KLIPING ARTIKEL EKONOMI
Minggu, 02 Agustus 2015
Minggu, 13 Januari 2013
Ekonomi Global dan Resiko 2013
Oleh : Prof. Firmanzah., PhD, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan
Terintegrasinya ekonomi Indonesia dengan perekonomian global membuat kita perlu terus mewaspadai arahdan trend ekonomi global. Kebijakan yang cepat, tepat dan terukur untuk me-respons peluang dan tantangan global perlu terus kita lakukan. Beberapa waktul alu, perekonomian Indonesia relative berhasil memitigasi dampak negative krisis Sub-Prime Mortgage dan Krisis di Utang di Zona Eropa. Pada 2013, potensi ancaman krisis dunia masih tetap tinggi yang bersumber pada pemulihan krisis di Zona Eropa dan pelemahan ekonomi Amerika Serikat akibat program pengetatan belanja public dan kenaikan pajak.
Efek berantai ke-dua wilayah ini perlu kita antisipasi terhadap sejumlah kinerja ekonomi nasional terutama di sector perdagangan dan investasi. Sebenarnya pada 2012, perekonomian nasional telah menerima dampak atas pelemahan ekonomi global. Secara akumulatif Januari-November 2012, deficit Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) mencapai 1,33 miliar dollar AS dengan nilai impor mencapai 176.09 miliar dollar AS dan ekspor sebesar 174,76 miliar dollar AS. Strategi yang dilakukan seperti diversifikasi negara tujuan ekspor, import-substitution, hilirisasi dan industrialisasi akan terus dilakukan untuk lebih menyeimbangkan ekspor-impor Indonesia pada 2013.
Stimulus Fiskal Sebagai Penangkal Dampak Krisis Global
Stimulus Fiskal merupakan istilah yang populer saat terjadi krisis global. Indonesia sebagai negara berkembang dianggap berhasil menerapkan kebijakan tersebut karena pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa dipertahankan diatas 4 persen selama 2009. Padahal negara-negara lain justru mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif. Berikut ditampilkan pertumbuhan ekonomi triwulanan beberapa negara dunia pada tahun 2009:
Grafik tersebut menggambarkan bahwa selain Cina, Indonesia termasuk segelintir negara mampu bertahan dalam pertumbuhan ekonomi positif di tahun 2009 ditengah terpaan krisis global. Indonesia dapat menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi, padahal negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang mengalami perlambatan ekonomi yang sangat tajam.
Benarkah Kebijakan stimulus fiskal telah begitu ampuh menangkal dampak krisis global yang dasyat? Dan apakah sebenarnya stimulus fiskal itu?
Langganan:
Postingan (Atom)
